ann, debar jantungku: pernah kamu merasakan kesenangan dan kepedihan berjalan dalam satu waktu? kalau pernah mengalaminya, kamu akan tahu, hidup ini sungguh-sungguh adil. tak ada yang dia berikan setengah-setengah, selalu semuanya. kini kian kurasakan benar, tak ada yang dianaktirikan oleh kehidupan, semua mendapat asuhan yang sama, susu yang sama. barangkali, cuma kedewasaan saja yang berbeda. karena ketika dewasa, hidup hanya menjaga kita, hanya memelihara, dan dewasa, adalah cara bagaimana mata kita terbuka atas sebagaian slide-slide pengalaman yang hidup berikan. itu saja.
maka, jika kamu pernah merasakan kesedihan dan kegembiraan dalam satu tarikan napas, kamu akan tahu, tak pernah ada yang harus disesali dari rencana takdir. (kamu percaya takdir kan, ann?). dan kamu tak akan pernah merasa menyesal kita pernah bertemu.
ketika aku bertemu kamu, sampai pertemuan kedua dan ketiga, itulah masa ketika kepedihan dan kesenangan bersatu dalam tarikan napas. kesenangan karena aku dapat bertemu kamu, juga kepedihan, karena pertemuan itu berlangsung dalam waktu kesementaraan. kepedihan karena aku jadi tahu betapa “nyatanya” kamu lebih daripada imajiku, dan kesenangan karena pernah merasakan kenyataan itu, walau sesaat. dua-duanya, kepedihan dan kesenangan itu, datang dalam tangan yang sama, diberikan ibu kehidupan, dan aku tak pernah menyesalinya. tak akan pernah menyesalinya. (tapi, aku menangkap matamu membias beda)
ann, jika kamu masih merasa pertemuan itu memberatimu, membuatmu tak nyaman, malam nanti, ketika tidur, baliklah bantalmu. percayalah, jarum waktu akan memutar mundur, dan kita akan kembali “bersama” ketika masih bertelepon dan mengharapkan bisa bertemu. kamu bisa tak datang ke semarang, atau datanglah, tanpa pernah memberitahuku. dan kamu harus terbangun, sesudah itu, untuk melanjutkan hidupmu.
kini, kamu hanya punya ingatan –atau semacam impian– ada dua bulan dari masa depanmu yang telah kamu potong, dan itu akan lebih baik, daripada kamu menjalaninya, dengan semacam semesta sesal.
aku yakin, kamu akan lebih bahagia saat itu….


